Sayapku

ΞSaturday, May 31, 2008|→ 0 komentar|

Kuambil HP Motorola yang berdering di atas meja kecil, disamping komputerku yang kini dihadapanku. Kulihat tulisan yang berkedip-kedip di layar, “DILA CALLING...”. Sekejap aku berpikir, tapi langsung aku terima teleponnya,

“Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam” jawabku

Dahiku berkerut. Suara Dila begitu mendesah dan bernada sedih
“Mmm...”Aku bergumam memancing dia bicara, soalnya setelah 5 detik ini dia belum memulai pembicaraan.
“Ma...bisa ke rumahku nggak?” katanya lirih.
Jarang sekali, bahkan gak pernah Dila dengan tiba-tiba menyuruhku untuk kerumahnya. Aneh, batinku.
“Ke Rumahmu?”
“Iya”
“Sekarang?” tanyaku bingung, masih berfikir ada apa sebenarnya
“E...kalo bisa sih?”

Aku lihat jam di dinding kosanku. Aku ada janji sama temenku untuk pergi ke BEC setengah jam lagi.

“Ya udah. Tunggu ya. Eh, emangnya ada apa sih?” tanyaku mencoba mencairkan pembicaraan yang menurutku kaku ini.
“Nggak enak kalo diomongin lewat telepon...”
“Nyante aja, i’ll be there soon”
“Makasih ya Ma...Bye...”
Tut..tut..tut...

---****---
Di teras rumah Dila aku menunggu, mencoba mengira-ngira apa yang akan dikatakan Dila. Sejenak dia datang membawa piring dan dua gelas jus jeruk dan kemudian menaruh martabak yang tadi aku bawa ke piring.

“Pada kemana bokap-nyokap?”
“Pergi semua. Sendirian aku sejak pagi tadi”
“Nggak kuliah?”
Dila menggelengkan kepalanya. Aku mengambil gelas dan meminum jus jeruk di meja, menunggu Dila memulai percakapan.
“Ma, ayuk kita keluar ya...”

Kupandangi wajah Dila, mecoba menerka apa yang ada di pikirannya. Aneh betul, sejak berteman akrab selama 1 tahun baru kali ini Dila mengajak keluar. Hanya berdua lagi.

“Kemana?” kulirik jam tanganku, masih terpikir janji ama temenku di BEC nanti
“Ke kebun teh di atas yuk” katanya
Haaahhh, ke kebun teh, sore-sore begini, emangnya mau ngapain.
“Ayuklah, bentar aja...” dia tersenyum manja, ah, mana bisa aku menolaknya. Aku pun mengangguk.

---****---
Aku parkirkan motorku di dekat gubuk di pinggir jalan yang jualan jagung bakar. Dila lagi asyik menikmati udara segar dengan melebarkan tangannya, memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam. Rambutnya yang terurai panjang dibuai angin gunung. Sweater merah jambu yang dikenakannya membuatnya tampak manis sekali. Dia kemudian berjalan ke arah kebun teh di pinggir jalan, naik gundukan tanah dan berjalan naik ke bukit. Di tengah-tengah kebun teh di bukit itu dia menoleh kepadaku.

“Maaaa!!!....Ayuk kesini naik ke atas!”
Aku tersenyum kepadanya lalu memandang sepatuku yang baru tadi aku cuci tadi pagi, sepertinya sepatuku hari ini kurang beruntung.
Di puncak bukit, ada sepetak tanah kecil kosong yang aku rasa ini sebagai tempat para pemetik teh untuk beristirahat. Kami duduk di sana, memandangi hamparan tanaman teh yang seperti karpet hijau. Angin dingin ini membuatku damai.

Setelah 1 menit menikmati suasana dan pemandangan yang begitu indah, Dila berbicara.
“Ma..”, ujarnya masih tetap memandang ke arah matahari yang mulai tenggelam, “Bagaimana kalau hari esok tidak datang?”
Aku pandangi Dila. Aneh betul dia hari ini. Aku nggak segera menjawabnya, menyusun kata-kata yang tepat. Perasaan aku pernah dah mendengar pertanyaan seperti ini.
“Kalau esok nggak ada aku akan melakukan hal yang terbaik hari ini, minta maaf kepada semua orang yang pernah aku sakiti dan membahagiakan orang yang aku sayangi.”
“Apakah semua itu bisa kamu lakukan dalam satu hari?”
“Mmmm...semoga saja bisa”, jawabku serius, tapi Dila malah ketawa. Aku diam saja, menatap kepulan asap jagung bakar dari arah gubug tadi.

“Ma...”, dia menarik ujung lengan kaosku. Dia memandangiku dengan penuh perasaan, “Aku minta maaf yah…”

Bergetar hatiku dan berhenti nafasku. Bukan karena ucapan yang baru dia katakan, that’s because the way she look deeply at me. Dan kita tetap berpandangan mata lama, tanpa suatu kata pun terucap.
Tuhan, terima kasih, aku yakin telah menemukan belahan jiwaku, dan benar sedari dulu aku sudah merasakannya.



To really love a woman
To understand her - you gotta know her deep inside
Hear every thought - see every dream
N' give her wings - when she wants to fly
Then when you find yourself lyin' helpless in her arms
Ya know ya really love a woman
(Bryan Adams, Have You Really Love a Woman)


(sudah lama aku tidak menulis sebuah cerpen, dan cerpen diatas aku buat hampir satu tahunan, nggak kelar-kelar, padahal pendek gini. Bayanganku sih, sewaktu menulis pertama kali, ceritanya bakal lebih complicated dan lama, tapi entah kenapa aku segera ingin mengakhirinya, tapi mungkin cerita ini akan bersambung, tapi entahlah,,,)


Menikmati 1 Mbps

ΞFriday, May 30, 2008|→ 0 komentar|

Mendengar Speedy akan naik bandwith menjadi 1 Megabit per second (Mbps) untuk download dan 128 Kilobit per second (Kbps) untuk upload yang dulunya hanya 384 Kilobit per second (Kbps) untuk download dan 64 Kbps untuk upload gembira juga sebagai pelanggan speedy. Konon kabarnya sebagai peringatan 100 tahun kebangkitan nasional ceritanya dan tanpa kenaikan biaya loh. Eh, dan ternyata nomer pelanggan speedy kita di rumah termasuk yang dinaikkan, betapa beruntungnya, pantas beberapa akhir ini koneksi jadi lebih cepat, dan pas mencoba pake speed test-nya speedy juga signifikan naik.

Tapi untuk download tetap berkisar 30 kbps (lumayan stabil sih) di siang, dan mampu ampe 50-70 kbps secara konstan di malam hari. Mantablah, semoga ntar bisa naik lagi bandwithnya bos!!! Bayangin aja di Jepang koneksi ude pake fiber sejak lama uy...


dbl: gambar dari portal.telkomspeedy.com

Double Winner MU!!!

ΞMonday, May 26, 2008|→ 0 komentar|


Akhirnya 9 tahun menanti, akhirnya dapet juga neh Piala Champions. Jadi keinget final dulu pas lawan Bayern Muenchen, pas kelas 1 SMP, sampe loncat2 karena 2 gol Sheringham dan Solskjaer, sedangkan final yang full tegang dari awal sampe akhir, viuhhh,,,

Padahal MU maennya kurang greget, tapi emang dua team di final ini maen luar biasa, sangat ketat, dengan pertahanan yang kokoh. Sebenarnya yang bisa jadi juara adalah yang mempunyai mental juara lebih, sayangnya menurut saya pribadi keduanya belum punya mental lebih sehingga harus sampe penalti untuk menentukan sang juara.

Selamat lah untuk MU dan fans di seluruh dunia pokoke. Congrat!!!

Glory...Glory...Manchester United!!!


dbl: foto dari uefa.com

Bangkit!!!

ΞThursday, May 22, 2008|→ 0 komentar|

Mengutip quote dari Pak Karno "Jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah". Hai para kaum muda, dimana rasa nasionalisme kita neh??? Jadi unwriteable ketika nonton neh video:





Ayolah wahai kaum muda Indonesia, mari kita bergerak menyatukan dan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan. Buktikan bahwa kita bisa. Saya yakin kita semua mempunyai potensi yang luar biasa dan siap untuk menggoyang dunia. Berkali-kali kita kaum muda selalu jadi pe-revolusi dalam setiap sejarah bangsa ini. Saatnya kita menggerakkan total tangan, kaki dan otak kita untuk kejayaan bangsa ini. 100 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengukir sejarah.



Quote-ku

ΞSunday, May 18, 2008|→ 0 komentar|

"Penyesalan itu letaknya ada di belakang"

So, karena ada di akhir, berusahalah dengan sekuat tenaga jangan sampai hal yang kita kerjakan atau kita putuskan hari ini dan sekarang membuat kita menyesal kelak. Gagal dan salah itu biasa, tapi jangan sampai menyesal, buatlah banyak hikmah dan pembelajaran walaupun gagal dan salah.


"Hidup ini terbagi menjadi dua bagian hal besar, pertama WAKTU, dan yang kedua adalah PILIHAN"

Ya, hidup kita akan bahagia, sukses, makmur, atau kata-kata lainnya lah, ketika kita pandai dan tepat dalam memilih dan di waktu yang tepat pula. Dengan memilih dan tahu kapan waktunya juga penting dalam hidup kita.


"Hidup ini sebenarnya hanya permainan belaka"

Kalo ini banyak tafsirnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Tapi kalo aku mencoba mengartikannya, bahwa kita jangan terlalu terforsir pada dunia ini, jangan terlalu mendramatisir, nyante aja, lha wong cuman permainan. Kalah, juga biasa, asal kita bangkit lagi dan siap utnuk permainan berikutnya. Dan ada hidup lagi yang jauh lebih penting dan abadi yang patut untuk di perjuangkan. Tapi ada terusannya juga loh, bahwa hidup juga hanya sendau gurau belaka. Hhhmmmm...