Showing posts with label Guyonan. Show all posts
Showing posts with label Guyonan. Show all posts

Achmed - Jeff Dunham

ΞTuesday, April 28, 2009|→ 0 komentar|

Kocak banget juragan, lumayan buat hiburan

Quick Count

Sejak dulu aku masih nggak habis menegrti, bagaimana teknik quick qount yang biasa di pake di pemilu di Indonesia itu bisa sangat merepresentasi hasil populasi seluruhnya. Yah, secara aing pernah belajar statistik, belajar apa itu sampel dan populasi, dan teknik melakukan metode penelitian dengan pendekatan sampel, sepertinya sangat nggak mungkin hasil quick qount itu bisa sama persis (dekat) dengan hasil sesungguhnya. Kenapa selisih 2% saja tidak ada. Keren sekali dah.

Kalo nggak salah quick qount yang di selenggarkan oleh tim independent, menggunakan sampel hanya pada 2000 TPS di seluruh Indonesia. Sempat terpikir sih, beberapa penyelenggara quick qount itu di bayar oleh beberapa orang/kelompok yang sangat berkepentingan. Tapi menurutku kemungkinannya kecil, walau aku nggak nyebutin sangat kecil. Ya, karena ada sekitar 5 tim yang melakukan quick qount, yang sepertinya independen, dan tentu banyak orang/kepentingan di antara mereka, akan sulit untuk mengatur semuanya pada satu perolehan yang diinginkan.

Ya, mungkin akan lebih masuk akal, ketika aku berpikir sebaliknya, hasil populasi yang sebenarnyalah yang diatur agar sesuai dengan hasil quick qount. Semua orang sudah tidak sabar lagi menunggu hasil. Mind set semua orang sudah terpola bahwa hasil populasinya akan sama dengan hasil sampel yang entah hanya berapa persen saja. So, buat apa pemilu, ganti aja dengan quick qount, yang tentunya lebih irit dan cepat, tidak merepotkan semua orang, lha wong semua juga ude nrimo-nrimo aja dengan hasil quick qount tho.

Kamen Rider Jowo

ΞTuesday, July 15, 2008|→ 0 komentar|

Versi jawanya, monggo dipun tingal:

Belajar Bahasa Indonesia

ΞFriday, March 21, 2008|→ 0 komentar|

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid : "Selamat pagi, Bu Guru!"
Bu Guru (dengan suara melengking) : "Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?"
Murid-murid : "Selamat pagi, siang dan sore Bu guru..."
Bu guru : "Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan."
Murid-murid : "Selamat sejahtera Bu Guru!"
Bu guru : "Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?"
Murid-murid : "Mengerti Bu Guru..."

Guru : "Pandai!"
Murid-murid : "Bodoh!"

Guru : "Tinggi!"
Murid-murid : "Rendah!"

Guru : "Jauh!"
Murid-murid : "Dekat!"

Guru : "Berjaya!"
Murid-murid : "Menang!"

Guru : "Salah itu!"
Murid-murid : "Betul ini!"

Guru (geram) : "Bodoh!"
Murid-murid : "Pandai!"

Guru : "Bukan!"
Murid-murid : "Ya!"

Guru (mulai pusing) : "Oh Tuhan!"
Murid-murid : "Ya Hamba!"

Guru : "Dengar ini... "
Murid-murid : "Bicara itu..."

Guru : "Diam !!!"
Murid-murid : "Ribut !!!"

Guru : "Itu bukan pertanyaan, bodoh !!!"
Murid-murid : "Ini adalah jawaban, pandai!!!"

Guru : "Mati aku!"
Murid-murid : "Hidup kami!"

Guru : "Saya rotan baru tau rasa!!"
Murid-murid : "Kita akar lama tak tau rasa!!"

Guru : "Malas aku ngajar kalian!"
Murid-murid : "Rajin kami belajar bu guru..."

Guru: "Kalian gila semua!!!"
Murid-murid : "Kami waras sebagian!!!"

Guru : "Cukup! Cukup!"
Murid-murid : "Kurang! Kurang!"

Guru : "Sudah! Sudah!"
Murid-murid : "Belum! Belum!"

Guru : "Mengapa kamu semua bodoh sekali?"
Murid-murid : "Sebab saya seorang pandai!"

Guru : "Oh! Melawan, ya??!!"
Murid-murid : "Oh! Mengalah, tidak??!!"

Guru : "Kurang ajar!"
Murid-murid : "Cukup ajar!"

Guru : "Habis aku!"
Murid-murid : "Kekal kamu!"

Guru (putus asa) : "O.K. Pelajaran sudah habis!"
Murid-murid : "K.O. Pelajaran belum mulai!"

Guru : "Sudah, bodoh!"
Murid-murid : "Belum, pandai!"

Guru : "Berdiri!"
Murid-murid : "Duduk!"

Guru : "Bego kalian ini!"
Murid-murid : "Cerdik kami itu!"

Guru : "Rusak!"
Murid-murid : "Baik!"

Guru (stres) : "Kamu semua ditahan siang hari ini!!!"
Murid-murid : "Dilepaskan tengah malam itu!!!"

Bu Guru : "???&^&*(#%!!!"

Lagu Anak-Anak

ΞSunday, March 9, 2008|→ 0 komentar|

Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung

kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan
motivasi. Mari kita buktikan :

1."Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya... merah,
kuning, kelabu.. merah muda dan biru... meletus balon
hijau, dorrrr!!!" Perhatikan warna-warna kelima balon
tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah
balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !

2."Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang...
kalo berjalan prok..prok..prok... aku seorang
kapiten!" Perhatikan di bait pertama dia cerita
tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita
tentang sepatunya (inkonsistensi). Harusnya dia tetap
konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya
seharusnya dia bernyanyi: "mempunyai sepatu baja
(bukan pedang panjang)... kalo berjalan
prok..prok..prok.." nah, itu baru klop! Jika ingin
cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi :
"mempunyai pedang panjang... kalo ber-jalan
ndul..gondal..gandul.. atau srek.. srek.. srek.." itu
baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!

3."Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok
gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat
tidurku.." Perhatikan setelah habis mandi langsung
membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak
tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan
tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi
seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung
membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan
telanjang!

4."Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi
sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon
cemara.. 2X" Lagu ini dapat membuat anak kecil
kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada
awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang
tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat
jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau
mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja,
gak maju2!

5."Naik kereta api tut..tut..tut.. siapa hendak turut
ke Bandung.. Sby.. bolehlah naik dengan naik percuma..
ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama"
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak
kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA
rugi terus! terutama jalur Jakarta-Surabaya bila Liga
Indonesia digelar di Jakarta, suporter suka nyanyiin
lagu ini.

6."Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi..
bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2
sambil bernyanyi tri li li..li..li..li..li.." Ini juga
menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan
realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi
bunyinya cuit..cuit..cuit..! kalo tri li li li li itu
bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung

didapet dari rileks.comlabs

Anda Pinter, Genius, Brilliant, Cerdas, Masup Sini...

ΞSaturday, March 1, 2008|→ 0 komentar|

Ini test untuk anda-anda yang ngaku pinter, genius, brilliant, cerdas, pandai ato apapun-lah. Pertanyaannya sederhana, tapi jawab dengan cepat yah, tanpa bantuan apa dna siapapun. Anda kan genius, so nggak akan butuh waktu lama maupun bantuan orang lain untuk menjawab pertanyaan yang sangat sederhana ini. Okey ude siap neh, karena sudah nggak sabar lagi anda kita mulai dengan pertanyaan nomer hiji:

(lebih baiek ambil napas dolo, kalo kebelet pipis yah, pipis dolo yah :D)

Siap? Yiuk Marie...


Pertanyaan numero uno:

Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua.
Sekarang posisi anda nomor berapa?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Jawaban:

Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR!

Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang
ada di posisi nomor dua!


Hehehehe,,,baru satu pertanyaan neh, wajarlah kalo salah, pemanasan dolo



Sekarang pertanyaan selanjotnya, tapi jangan lama-lama mikirnya, ingat ente genius, okey ?

Pertanyaan number two:

Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi??


~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Jawaban:

Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI!!?
Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?

Gimana, anda ternyata tidak terlalu brilliant, 'kan ?

Lanjot juragan,,,


Pertanyaan nomer telu:

Sekarang ngitung-ngitung, ini sangat cocok kalo yang suka matematik!
Catatan: kerjakan di pikiran anda saja. JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator.

Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya.
Sekarang tambahkan 1000 lagi.
Sekarang tambahkan 30.
Tambahkan 1000 lagi.
Sekarang tambahkan 20.
Sekarang tambahkan 1000.
Sekarang tambahkan 10.
Berapa totalnya?


~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Apakah hasilnya 5000?
Jawaban yang benar adalah 4100.
Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!

Anda merasa sial hari ini?

Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar...
....Mungkin!!!
Agak mudah soalnya, bonus lah untuk anda


Pertanyaan nomer ampek:

Ayah Mary punya lima anak:
1. Nana, 2. Nene, 3. Nini, 4. Nono

Siapa nama anak kelima?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Apa anda menjawab Nunu?

BUKAN! Tentu saja bukan.
Anak kelima namanya Mary.
Baca lagi pertanyaannya!


Hah, gimana bro? Okay, sekarang ronde bonus:

Pertanyaan buonus:

SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi.
Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan
keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...

Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin
membeli kacamata hitam,
bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
Anda ternyata tidak mikir, langsung pengen tahu jawabannya. Orang yang genius harus sabar sob...

Jawabannya:
Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu...

Warung Makan 2008

ΞWednesday, January 23, 2008|→ 0 komentar|


Menu di warung yang akan saya buka di Tahun 2008 mendatang:

* Es Beye

* Sup Kalla

* Mie Gawati

* Soto Yoso

* Jus Dur

* Sayur Paloh

* Jagung Laksono

* Bakar Tanjung

* Ubi Ranto


Silahkan menikmati menu-menu yang dijanjikan diatas.

Selama ini...

ΞWednesday, December 5, 2007|→ 3 komentar|

Lagi iseng pengen nulis beberapa mata kuliah yang sudah (beberapa ada yang belum, terutama yang mata kuliah pilihan) yang aku pelajari di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota di Institut Tekanan Bathin. Iseng, bener-bener iseng. Kenapa? Jawabannya ada di bawah dah

  • Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota
  • Aspek Sosial dalam Perencanaan
  • Pengantar Ekonomika Untuk Perencanaan
  • Perpetaan untuk Perencanaan
  • Konsep Teknologi
  • Teknik Presentasi dan Komunikasi
  • Tata Guna Lahan
  • Statistik untuk Perencanaan
  • Kependudukan
  • Analisis Lokasi dan Pola Keruangan
  • Analisis Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
  • Ekonomika Wilayah dan Kota
  • Metoda Analisis Perencanaan
  • Perencanaan Kota
  • Perencanaan Transportasi
  • Studio Survei Perencanaan
  • Prasarana Wilayah Dan Kota
  • Pembiayaan Pembangunan
  • Sistim Informasi Perencanaan
  • Perencanaan Wilayah
  • Sistem Perumahan
  • Studio Perencanaan Kota
  • Pengembangan Komunitas
  • Teknik Evaluasi Perencanaan
  • Hukum & Administrasi Perencanaan
  • Pengembangan Lahan
  • Pengelolaan Transportasi
  • Studio Perencanaan Wilayah
  • Kerja Praktek
  • Teori Perencanaan
  • Metoda Penelitian untuk Perencanaan
  • Perencanaan Tapak
  • Perencanaan Partisipatif
  • Manajemen Pembangunan
  • Perencanaan Perdesaan
  • Pengembangan Wilayah Berbasis Sumber Daya Alam
  • Ekonomika Transportasi
  • Perencanaan Pengembangan Pariwisata
  • Isu-isu Perencanaan
  • Seminar Studi Futuristik
  • Sistem Informasi Perencanaan Lanjut
  • Perencanaan dan Politik
  • Topik Khusus dalam Perencanaan
Yup, kali aja ada yang nge-search di mbah gugel, ato search engine yang laen, make kata kunci nama mata kuliah di atas, dan akhirnya terjebak di sini. Nah, apakah anda sudah terjebak??? Hahahaha....

2 Pertanyaan

ΞTuesday, July 31, 2007|→ 0 komentar|

Di suatu warung terdapat dua orang bernama A dan B. Salah seorang dari orang itu slalu menjawab salah dan bohong, dan salah seorang lagi slalu menjawab benar. Ketika si C sampai ke warung itu dia diberitahu tentang kedua orang itu. Tapi dia tetap bertanya pada kedua orang itu, arah mana letak kota D.
Dari dua pertanyaan yg diajukan pada salah satu orang tsb, dia tahu arah yg benar kota D.
Coba sebutkan apa dua pertanyaan itu?

pertanyaan pertama......siapa yang mau duit?
pertanyaan kedua........tanya arah yan benar?

Humor Sufi

ΞSaturday, June 23, 2007|→ 0 komentar|

Ada beberapa tulisan mengenai humor sufi yang aku dapet dari rileks.comlabs, silahkan menikmati yah:



Nasib itu Tak Logis

Nasrudin sedang berjalan-jalan dengan santai, ketika tanpa permisi ada orang jatuh dari atap rumah dan menimpanya. Orang yang terjatuh itu tidak terluka sama sekali, tetapi Nasrudin yang tertimpa malah menderita cedera leher. Ia pun diangkut ke rumah sakit. Para tetangganya datang menjenguknya, mereka bertanya,

''Hikmah apa yang didapat dari peristiwa itu, Nasrudin?''
''Jangan percaya lagi pada hukum sebab akibat,'' jawabnya.
''Orang lain yang jatuh dari atap rumah, tetapi leherku yang jadi korbannya. Jadi tidak berlaku lagi logika,
''Kalau orang jatuh dari atap rumah, lehernya akan patah!''



Ijma' dan Fatwa Bid'ah

Ketika para ulama, filusuf dan para cendekiawan datang untuk mengetahui bahwa Nasruddin menodai kehormatan mereka di desa-desa terdekat dengan mengatakan:

"Orang-orang yang disebut bijak adalah bodoh dan bingung," mereka menuduhnya merusak keamanan negeri.
Mullah ditangkap dan kasusnya diajukan ke Pengadilan Raja.
Raja: "Anda boleh bicara lebih dulu."
Mullah: "Berilah saya pena dan kertas."
Maka pena dan kertas pun diberikan.

Mullah: "Bagikan pena dan kertas itu kepada tujuh ulama." Pena dan kertas pun dibagikan.
Mullah: "Biarlah mereka secara terpisah menulis jawaban atas pertanyaan berikut: 'Apakah roti itu?'"
Ketujuh ulama itu telah menulis jawaban masing-masing atas pertanyaan Mullah tadi.
Kemudian kertas jawabannya diserahkan kepada raja yang membacanya dengan keras satu per satu:
Yang pertama mengatakan: "Roti adalah makanan."
Yang kedua mengatakan: "Roti adalah tepung dan air."
Yang ketiga: "Itu adalah adonan yang dibakar."
Yang keempat: "Sebuah pemberian Allah."
Yang kelima: "Berubah-ubah, menurut bagaimana Anda mengartikan roti."
Yang keenam: "Roti adalah zat yang mengandung nutrisi."
Yang ketujuh mengatakan: "Tidak seorang pun tahu dengan jelas."

Setelah mendengar semua jawaban itu, Mullah berkata kepada raja,
"Bagaimana Anda bisa meyakini penilaian dan pertimbangan bagi orang-orang tersebut? Jika mereka tidak bisa menyepakati sesuatu yang dikonsumsinya sehari-hari, bagaimana mereka bisa dengan suara bulat menyebut saya seorang bid'ah?"



Arti Takdir

Beberapa kawannya minta Mullah menjelaskan arti takdir kepada mereka.
"Takdir bisa dirumuskan sebagai salah satu penerimaan," kata Mullah.
"Misalnya, kalau sesuatu berjalan baik dan kita telah menduga akan berjalan salah, maka kita menerimanya sebagai nasib yang baik. Sekarang kalau sesuatu berjalan jelek, dan kita telah mengharapkannya berjalan baik, maka kita terima hal itu sebagai nasib jelek. Tetapi apabila kita menerima sesuatu yang baik atau buruk itu mungkin datang sebagai jalan kita, maka kita sebut itu takdir." dari parodi sufi


Sop Panas, Tangan Dingin

Seorang laki-laki yang mendengar bahwa Nasrudin adalah orang yang amat bijaksana, bertekad mengadakan perjalanan guna menemuinya.
"Aku bisa mempelajari sesuatu dari orang bijaksana seperti ini," pikirnya.
"Dan, pasti ada metode-metode tertentu dalam kegilaannya. Aku sendiri pernah belajar di sekolah-sekolah metafisik. Ini akan membuatku bisa menilai dan mempelajari kegagalan orang lain."

Selanjutnya, ia mengadakan perjalanan yang amat melelahkan untuk sampai ke rumah Nasrudin yang kecil, berada di lereng sebuah bukit. Melalui jendela, laki-laki itu melihat Nasrudin sedang membungkuk di samping bara api, mencoba meniupnya ke arah tangannya yang ditekuk.

Ketika kehadirannya diketahui, laki-laki ini bertanya kepada sang Mullah tentang apa yang sedang dikerjakannya.
"Menghangatkan tanganku dengan napasku," kata Nasrudin memberi tahu.
Setelah itu, keduanya sama-sama diam, sehingga pencari ilmu ini mulai berpikir apakah Nasrudin bersedia membagi kebijaksanaannya. Sekarang, istri Nasrudin ke luar membawa dua mangkuk kaldu.

"Mungkin sekaranglah saatnya aku mempelajari sesuatu," kata si pencari ilmu kepada dirinya sendiri.
Dengan suara keras, ia bertanya, "Apa yang sedang engkau lakukan, Guru?"
"Meniup kalduku dengan napasku agar dingin," kata sang Mullah.
"Tak salah lagi, ini orang, pasti penipu," kata sang tamu kepada dirinya sendiri.
"Tadi dia bilang, meniup agar panas, lalu barusan dia berkata, meniup agar dingin. Bagaimana aku bisa percaya dengan apa yang ia akan katakan kepadaku?"
"Bagaimana pun, waktu tidak sia-sia," katanya kepada dirinya sendiri, ketika ia menuruni bukit.
"Paling tidak, aku sudah tahu bahwa Nasrudin itu bukan seorang guru."