Hitam
maling-maling disana
teriak maling
satu maling teriak maling kepada maling satunya
satunya terkejut
Dasar maling
maling satunya berkata kepada maling lainnya
Kau teman apa musuh?
Hitam
Bingung
Sendiri
Sang maling terus menatap
maling satunya pun bingung
yang terlupakan
adalah bahwa kita semua maling
ketika denting berbunyi
semuanya bubar
buyar
gelap
Hitam
Dasar maling
Maling
ΞThursday, April 16, 2009|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
by
racoen
saat
5:07 AM
Surat Cinta
ΞTuesday, July 15, 2008|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Surat Cinta Anak IPA
Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet
yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa
maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat
aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak
terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan
gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi
hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang
sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita...
---------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------
Surat Cinta Anak IPS
Dengan hormat,
Hal : Penawaran Kesepakatan
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya
telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 17
April 2003.
Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 15 Mei lalu
pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk
menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif.
Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan
minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen.
Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan
terlebih dahulu on the job training secara intensif
dan
berkelanjutan. Dan kemu dian , setiap tiga bulan
selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja
yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari
kekasih menjadi pasangan hidup.
Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan
shooping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah
pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan
kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya
akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran
total.
Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai,
jumlah dan bentuk pengeluaran yang Anda keluarkan
nantinya.
Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk
menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari
terhitung tanggal penerimaan surat . Lewat dari tanggal
tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa
pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan
beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterimah kasih apabila Anda
berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik
perempuan, sepupu bahkan teman dekat anda, apabila
Anda menolak penawaran ini.
Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan
sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.
Hormat saya,
Bakal calon pasanganmu.
dapet dari sini http://dharacute.blogspot.com/
by
racoen
saat
12:28 AM
Puisi Cintaku
ΞThursday, July 3, 2008|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Untuk … tersayang
Tiga minggu yang lalu…
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5
Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1
Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang
Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o)
Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya
(puisi mas YLZ di kaskus, keren banget bro)
by
racoen
saat
12:23 AM
Untuk Mereka dan Dia
ΞSaturday, May 31, 2008|→ 0 komentar|
Ya Allah Yang menguasai semesta alam ini
Berilah keselamatan dan kebahagiaan kepada kedua orang tuaku
Jagalah mereka, seperti mereka menjagaku waktu aku kecil
Berilah mereka kelapangan dalam menjalani hidup
dan angan bebankan mereka apa yang tidak kuat mereka tanggung
Aku disini di tanah rantau ini
hanya bisa minta uang pada mereka, hanya tinggal memakai atm
Sampai sekarang tiada tahu bagaimana membalasnya kelak
Mungkin hanya dengan keseriusanku dalam menuntut ilmuku ini yang akan membuat mereka bangga
Mungkin juga mereka tidak akan pernah tahu
Bahwa anaknya ini tidak pernah makan lebih dari dua kali sehari
Atau tidak pernah jajan hingga badan turun beberapa kilo
Mungkin mereka juga tidak tahu kalau anaknya sering gali lubang tutup lubang hanya untuk sekedar fotokopi bahan kuliah atau pengen menikmati liburan
Mereka mungkin tidak tahu betapa berat dan susahnya kuliah
Betapa banyaknya tugas yang menumpuk hingga butuh ngelembur tiap malam
Selalu stress jika besok adalah deadline tugas
Dan susahnya mengerjakan ujian
Dan betapa bahagianya anakmu ini kalau habis subuh mendengar suara mu
Wahai bapak-ibuku
Kadang aku menangis di sore hari melepas beban
Rindu akan halaman rumah dan keluargaku
Ya Allah Tuhanku
Berilah hambamu ini ilmu dan pengetahuan
Mendapatkan banyak pengalaman, baik pahit maupun manis
Agar nantinya saya lebih kuat dan tegar menjalani hidup yang keras ini
Dan tentu saja ip yang baik
Agar lekas kedua orang tuaku menjemputku di sini
Melihatku memakai toga
Setelah itu Ya Allah Yang Maha Besar
Mudahkan dan lancarkanlah aku agar mendapat rezeki yang barokah
Agar cita-citaku selama ini bisa terkabul
Yakni pergi bersama kedua orang tuaku memenuhi undanganmu
Ke Rumah Suci-Mu
Sebelum aku minta bapakku untuk melamar anak gadis orang
Amin Ya Robbal ‘Alamin
-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------
Ya, Allah ya robbi
Betapa rindunya kami bertemu engkau dan kekasihmu
dan juga anak kami
Anakku, engkau belum tahu
Betapa beratnya beban hidup ini
Yang kami ingin agar engkau belajar dan banyak mendapat pengalaman
Juga pembelajaran yang akan membuat dirimu jadi manusia kuat
Dan tercapai cita-citamu
Engkau anakku pergi jauh ke luar kota demi menuntut ilmu
Kini bapak dan ibumu baru sadar mengapa pada saat engkau kecil sering menangis keras
Hanya karena bapakmu ini harus meninggalkanmu sejenak pergi kerja pada pagi hari
Sekarang kami baru tahu perasaan itu saat engkau pergi jauh
Sangat susah memang ditinggalkan oleh orang yang disayangi
Anakku, engkau belum tahu rasanya mencari nafkah hanya untuk sesuap nasi
Kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala
hanya untuk bisa mentransfer uang kepadamu tiap bulan
Ya Allah, Maha Pengatur Segalanya, lancarkan rezeki kami agar tetap bisa menyekolahkan anakku
Ya Allah....
Kuatkanlah iman anak kami ini
Jagalah dia agar tidak pernah berbuat yang tidak benar, selalu di jalan-Mu
Agar tidak seperti Si Fulan, tetangga sebelah
Yang malah pulang tidak membawa gelar sarjana
Tetapi membawa seorang bayi beserta ibunya
Ya Allah, jangan ambil nyawa kami dulu, sebelum melihat anak kami memakai toga
Mudahkanlah urusan anak kami agar cepat
Kami menjemputnya di mimbar sarjana
Ya Allah....
Peliharalah rasa malu seperti ini kepada kami dan juga anakku
Jauhkanlah dari sifat sombong dan kikir
Dan mampu berdiri tegak lagi ketika jatuh
Ya Allah,
Jadikan anakku sholeh dan selalu mengingat-Mu
Selalu mendoakan kedua orang tuanya
Engkaulah Maha Pendengar Doa
Amin...ya Robbal ‘Alamin
by
racoen
saat
11:57 PM
Hei!
ΞWednesday, March 12, 2008|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Hei, kamu racun dunia!
berpalinglah padaku
mengapa kau begitu sombong
mengapa kau begitu pongah
mengapa kau dongakkan kepalamu di bumi ini
apa kau pemilik bumi ini
kamu hanya racun
buka itu tutup telingamu
lebarkan kedua matamu
DENGARKAN!!!
dan LIHAT!!!
sudah atau belum?
masih adakah?
ah, sudahlah sayang
by
racoen
saat
1:37 AM
Pertemuan
ΞSunday, March 9, 2008|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Cahaya dan melati
keduanya mendekati
satu dari langit, satu dari bumi
Panah-panahnya menusukku
dan tertumpah darahku di cawan cinta
Tabir ini akan terkuak habis
sebentar lagi, manisku
Sayap-sayapmu kan ku pegang
dan kita bentangkan bersama-sama
Lembut cahanya, dan juga bunganya
terang dan semerbak
hanya kagumku yang berdecak
kuterpesona dan ku jatuh ke kedalaman cinta
Sejuta embun-embun pagi akan menerimamu
di rerumputan rumahku
yang akan selalu mencairkan jiwamu
Wahai bidadariku, tersenyumlah
dengan membawa cahaya dan melati itu.
by
racoen
saat
12:40 PM
Penghindaran
ΞTuesday, July 31, 2007|→
1 komentar|
∇
Categories :
Puisi
penghindaran ini
segala penipuan terhadapmu ini
apakah benar
tatapan elang yang tiada terlupakan itu
beserta barisan bait yang selalu kau katakan
apakah hanya sebuah angin bagiku
apakah aku salah
dan mengelabui semuanya
atau hanya ibaku saja kepadamu
yang baru ini aku rasakan
yang dulu aku tolak semuanya
tanpa terima kasih bagai karang
sesal
tapi apakah benar yang kurasakan
ini sesal namanya
atau kasihan
atau bahkan cinta
kenapa rasa-rasa itu
begitu tipis
begitu terkait satu sama yang lain
benarkah ini semuanya
hanya waktu yang bisa menjawab
dan hanya kamu yang bisa menentukan
aku menunggumu
dan menunggu yakinku
by
racoen
saat
4:20 PM
Entahlah
ΞFriday, July 27, 2007|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
aku belum tahu warnanya
dan belum tahu rasanya
begitu rahasiakah dirimu
yang tersenyum di atas sana
mungkin engkau bingung menghadapiku
tapi aku tiada tahu perasaan apa ini
apakah aku akan menunggu jawaban sang waktu
atau memecahkan kesunyian ini
kebimbangan yang tiada lekang berlalu
terus menghantuiku dalam kekosongan
tanpa arti satupun
bak jatuh ke kedalaman palung
dalam kebingungan
dan kegalauan yang tiada akhir ini
aku hanya bisa merenung
menikmati berimaji dengan diriku sendiri
tetapi apakah akan terus begini
semuanya terasa membeku
tanpa gerak
terdiam
kebosanan meraupku
aku belum pernah bermimpi bahwa semua ini akan terjadi
beberapa hal yang diluar perkiraanku
terus, apa yang harus aku perbuat sekarang
itulah pertanyaan sulitnya
merasakannya?
mencoba nekat melakukannya?
Wahai semuanya
berilah setitik hal saja
yang membuatku yakin melakukannya
yang akan membuatku lebih bahagia
daripada saat
ini
by
racoen
saat
4:08 PM
AYU
Mawar merah merona AYU sedang kembang
Begitu dekat tapi tak kudapat
Kabut, mendung, badai, hujan
Berhamburan jadi rintang
jalan ke taman kebahagiaan
Suara-suara malaikat
Merdu berhembus mengelur relung kalbu
Begitu nyata tapi tak kudapat
Beribu misteri teriakkan hati
tiada pernah mati selalu AYU
menghiasi taman sanubari
Tapi mawar dan malaikat
Diam
Dan tertutup
by
racoen
saat
3:50 PM
Hampa (Part 6)
ΞFriday, July 20, 2007|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Hampa (Part 6)
Cintaku...
Setiap bangun aku melihatmu
mengalun dikhalayanku sendiri
Tersenyum...
apa engkau tiada pernah merasa
kubegitu gundah merindukanmu
Sudah dua belas lebih purnama meninggalkanku
sendirian berlarian
Mengapa hidupku yang tiada pernah aku mengerti ini
yang pertanyaannya selalu membayangiku
selalu kosong tanpa jawaban
lagi-lagi penuh merasuki diriku
Di tempat ini yang tiada tahu bisa disini
hanya aku dan rembulan
menunggu datangnya ilham
yang belum pernah terbit
Hanya kebimbangan
yang akan terus berjalan
habis menggerogoti waktuku
Wahai malam-malamku
dan awan-awan hitam yang terus menutupiku
padam di kedalaman hatiku
yang selalu bertanya tanpa berharap
cinta tiada bicara
by
racoen
saat
10:14 PM
Kembali
ΞWednesday, June 27, 2007|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Hujan jam tiga sore ini
Mengingatkanku akan masa kecilku
setelah habis tidur siang
duduk diteras memandangi
hujan deras yang tiada kunjung reda
termangu sendirian melamun tidak bisa keluar
atau marah pada langit karena tak bisa main layang-layang
Tapi entah kenapa ada perasaan senang dan damai melihat air bak tumpah dari langit
atau mendengar gemiriciknya air
yang hampir selalu tiada terbayangkan
Ku kembali teringat akan masa SMP atau zaman SMA,
masa sekolah yang sekarang masih aku katakan sebagai masa terindah bagiku
Saat pulang dari sekolah hujan turun
Dengan jiwa muda kutembus gemuruhnya hujan
atau kadang-kadang juga berteduh di halte sambil melihat ulah manusia
Kenapa aku terus teringat akan masa itu
apakah karena hujan sore ini atau memang kerinduanku kepada dia
Memang aku agak takut untuk melihat masa depan
dan merencanakannya kelak
lebih mudah bagiku untuk bernostalgia dan menertawakannya
Genangan air di halaman menutupi rumput-rumput kecil
yang berusaha menyela rumput dan rontokan bunga bougenville
untuk bertemu dengan sang tanah yang lembut
suara radio dalam rumah pun mengalunkan sebuah lagu klasik
di kedalaman hatiku rasanya ingin kembali lagi
ke masa-masa dimana aku
tiada dengan rumit memikirkan logika dan fakta
tiada terlalu banyak berfikir
tiada banyak pertimbangan
Terlalu banyak kombinasi matriks dihadapanku
Yang belum bisa aku petakan dan modelkan
Hingga menemukan cara untuk penyelesaiannya
Apa aku terlalu banyak tahu
sehingga takut akan berbuat sesuatu
takut terjadi hal-hal yang buruk dan memalukanku
by
racoen
saat
1:26 PM
Kompilasi Hampa
ΞThursday, June 7, 2007|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
hampa
(part one)
sore itu
waktu mentari mulai malu bersinar
kau katakan dengan berat
hampa terasa di kelilingku
sore itu
waktu sang bagaskara tenggelam
terungkap segalanya
dihati yang remuk redam
ku seperti bayangan beku
mengalun sepi dibuai mimpi
dan sang purnama pun
enggan menampakkan dirinya
hampa
(part 2)
senja di rumah itu
tak terasa cepat
yang kulihat hanyalah kamu,
suaramu dan tawamu
namun menjerit hatiku
karena kau sangka semuanya bohong dan hanya permainan
demi langit yang ketujuh
sumpahku pada bumi tempatku berpijak
yang kukatakan dan yang terjadi adalah benar dan
tulus...
selalu terpancar keraguan dalam parasmu
seakan semuanya dusta
apa yang harus kulakukan
agar kau percaya???
kemarau tanpa hujan
malam tanpa lintang
laksana aku tanpa dirimu
hampa
(part 3)
Gerimis petang ini
tangisku hampir kering menantimu
senandung kecil
galaukanku
Mengapa dikau tak kunjung datang wahai pujaanku
mengapa kuterbeku tak berlari
terbisu
hanya harap
Sang rajawali entah sudah bosan
mendengar keluhanku
bumipun terus berputar
tapi aku tetap bisu
Gentarku
mengapa kau terus membayangiku
demi bulan separuh-Mu itu
berilah petunjuk
hampa
(Part 4)
mentari sudah tak terik lagi
mendung sudah tak jadi hujan lagi
apakah semua sudah bertentangan dengan logikaku
lentara di pojok menyala sendu
auramu tetap bersinar sendiri
bersinar menawarkan
jiwa baru
yang mampu merasuk ke aliran darahku
sekarang hanya sesal
yang bertahan di karang hati
malangnya kalbuku diteriaki malam
buta
hampa
(part 5)
Jatuh dari langit
khayalan semuku itu
Lara dan pilu mengayun sendirian
hingga padampun merasuk
Kerisauan serta kekosongan
mengalun di batin ini
merajut kisah itu
yang terkoyak-koyak
Sedunya tangisku
teriak kesana-kemari
Rembulan pun ikut berduka
tiada dan tanpa arah
Mendekap sendirian
bersama sang fajar
melihatnya tenggelam
bersama sang alam
by
racoen
saat
2:17 PM
Menanti
MENANTI
Malam beribu malam
Sendiri menatap bintang
Kunanti sang rembulan di padang kalbuku
Namun mengapa sang mega selalu membayangiku
Gelap terasa tanpa citranya
Dan meteorpun terus menghujaniku tanpa perasaan
Buat aku jatuh kesunyian tanpa pertolongan di bahuku
Tolong! Tolong aku!
Selalu terbayang wajahnya nan manis
Beratus-ratus kali muncul dalam mimpiku
Tiada satupun yang dapat menggantikan agar aku
Dapat melihat wajahmu
Kutebus dengan apapun asal aku
Dapat melihat wajahmu
Dan menantimu mengangguk
Dan akupun lebih ingin melihat wajahmu
Daripada inginku ‘tuk melihat MU vs Real Madrid
Tuhanku!
Berilah secercah cahaya-Mu
Agar aku dapat melihat jalanku yang
terus berliku
(kutujukan bagi teman-temanku yang sedang menanti)
by
racoen
saat
1:36 PM
SOK
ΞThursday, May 31, 2007|→
0
komentar|
∇
Categories :
Puisi
Mengapa...
Mengapa kita sok mencintai
dan sok untuk dicintai
Mengapa kita sok tertawa
dan sok untuk meneteskan air mata
Mengapa kita sok rindu
dan sok untuk membenci
Mengapa kita sok bahagia
dan sok untuk berduka nestapa
Mengapa...
Ternyata kita memang makhluk yang paling
SOK
by
racoen
saat
4:09 PM