Menanti

ΞThursday, June 7, 2007|→

MENANTI

Malam beribu malam

Sendiri menatap bintang

Kunanti sang rembulan di padang kalbuku

Namun mengapa sang mega selalu membayangiku

Gelap terasa tanpa citranya


Dan meteorpun terus menghujaniku tanpa perasaan

Buat aku jatuh kesunyian tanpa pertolongan di bahuku

Tolong! Tolong aku!


Selalu terbayang wajahnya nan manis

Beratus-ratus kali muncul dalam mimpiku

Tiada satupun yang dapat menggantikan agar aku

Dapat melihat wajahmu

Kutebus dengan apapun asal aku

Dapat melihat wajahmu

Dan menantimu mengangguk

Dan akupun lebih ingin melihat wajahmu

Daripada inginku ‘tuk melihat MU vs Real Madrid


Tuhanku!

Berilah secercah cahaya-Mu

Agar aku dapat melihat jalanku yang

terus berliku

(kutujukan bagi teman-temanku yang sedang menanti)

0 komentar: